Postingan

Menampilkan postingan dengan label Psikologi

Reconnect With The Old Me : Terima Kasih Tuhan Pinjaman Mesin Waktunya.

Gambar
Terhubung lagi dengan diri kita versi lama, pernahkah kalian punya pengalaman seperti itu? Ketika ritme hidup memelan belakangan ini, saya jadi punya waktu untuk menaiki mesin waktu dan bertemu dengan sosok diri delapan tahun yang lalu. Reconnect with the old me . Begini ceritanya. Aroma buku-buku yang apak di rak yang lembab menguar ketika saya membuka pintu kamar yang kini hanya digunakan ketika saya pulang atau ada tamu.  Saya menyusuri punggung buku-buku yang berdebu itu dengan jemari. Selapis debu berpindah ke tangan. Ada sekilas rasa sedih melihat buku-buku itu tak terurus.   Delapan tahun lalu, tepatnya ketika saya masih kuliah magister profesi Psikologi, tidak pernah ada kisah buku berdebu dan bau apak. Buku-buku itu selalu keluar masuk rak, berpindah dari ransel ke ransel, dibuka, dibaca, sampai diajak tidur.  Nostalgia saya yang dulu : tidak pernah lepas dari buku dan catatan kecil hasil bacaan. Isinya bisa bermacam-macam; ide untuk thesis, catatan hasil ob...

Review GoClean : Bisa Jadi Support System Yang Bikin Busui Happy Dan Baby Blues Go Away

Gambar
Tidak semua momen menjadi ibu dan punya momongan itu terasa manis dan menyenangkan. Ada saatnya harus berhadapan dengan momen perih, asem,  pedes, bahkan yang pahit-pahit. Perlu support system terpercaya   untuk bikin Busui (ibu menyusui) happy dan baby blues -nya go away, salah satunya dengan mempercayakan urusan bersih-bersih rumah kepada GoClean. Gimana review GoClean dan ceritanya, simak yuk. Baru saja melahirkan, punya bayi kecil lucu, kadang momen itu tampak so sweet di mata orang lain. Kenyataannya, yang seorang ibu hadapi nggak cuma yang manis-manis saja. Ada perihnya hidup karena puting lecet saat awal-awal mulai menyusui lagi. Ada pedesnya hidup ketika kudu begadangan sama anak bayi yang ritme tidurnya masih terbalik. Dan ada pahitnya hidup ketika hormon di tubuh jungkir balik bikin baby blues say hello . Bukan cuma itu,  hal yang paling saya cemaskan setelah melahirkan anak ketiga adalah nggak bisa lagi multitasking dan membagi perhatian untuk banyak hal, m...

Mendukung Tumbuh Kembang Anak Dengan Grow Happy Parenting

Gambar
Hari Rabu (14/8/2019) kemarin saya menghadiri workshop dan media gathering yang diadakan oleh Nestle Lactogrow. Workshop tersebut mengusung materi bertema "Dukung Kesehatan dan Kebahagiaan Anak dengan Pola Asuh Grow Happy ", tema yang membuat saya kembali merenungkan arti kebahagiaan yang sesungguhnya dalam proses tumbuh kembang anak. Juga bagaimana peran saya sebagai orang tua agar mampu mendukung tumbuh kembang anak dengan " Grow Happy Parenting" . Apa itu " Grow Happy Parenting ?" Simak yuk, ceritanya. Salah satu penggalan kalimat yang paling membekas di ingatan saya setelah selesai mengikuti workshop tersebut adalah pertanyaan yang diajukan Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC. Sosok ibu yang aktif, cantik, dan cerdas yang siang itu mengenakan baju putih dan cardigan biru bertanya kepada peserta : "Pilih anak yang bahagia atau anak pintar?" Beberapa tahun yang lalu, saya mungkin masih akan memilih untuk memiliki anak yang pint...

#AksiFlashBunda Untuk Menemani Proses Tumbuh Kembang Anak Sepanjang Masa.

Gambar
"Kamu kok, nakal banget sih, sukanya lari-larian terus!". Pernah dengar seseorang melabeli anaknya nakal karena aktif bergerak? Atau malah mengalami sendiri, ketika anak kita aktif. kemudian dikomentari : "Anaknya nggak mau diem ya, Bu," dengan nada kurang enak didengar. Padahal, anak yang aktif bergerak itu tandanya sehat, dan otaknya sedang mengalami perkembangan. Tapi masih banyak yang belum paham soal itu. Di tulisan #AksiFlashBunda ini, saya bakal berbagi cerita tentang menemani proses tumbuh kembang anak dan apa kaitannya dengan anak yang aktif bergerak. Bergerak Itu Kodrat Alami Seorang Anak. Di usia delapan bulan, Kak Ezra, anak sulung saya, mengalami luka pertamanya. Tepatnya di bagian atas kelopak mata. Waktu itu, sebagai ibu baru, rasa hati tak keruan melihat lebamnya. Lebam itu timbul saat kepalanya terhuyung membentur sandaran tempat tidur yang terbuat dari kayu. Waktu itu, ia sedang belajar berdiri dengan berpegangan ke sandaran tempat tidur, kemudian ...

Bekerja Itu Soal Mindset dan Bagaimana Menemukan Ikigai Dalam Hidupmu

Gambar
Bekerja itu soal mindset . Sejak bangun tidur hingga tidur lagi, hidup tak lepas dari yang namanya 'bekerja'. Kata 'bangun' dan 'tidur' saja merupakan kata kerja. Bekerja, bergerak, adalah pertanda seseorang itu masih hidup.  Jika bekerja itu soal mindset , lalu apa yang membedakan 'bekerja' yang satu dengan 'bekerja' yang lainnya? Lalu apa itu  Ikigai  dan bagaimana menemukannya dalam hidup? Bekerja Itu Soal Mindset Secara sederhana, yang membedakan adalah efek yang ditimbulkan dari bekerja itu sendiri. Baik yang berupa imbalan bagi diri sendiri, maupun bagi orang lain. Atau dampak dan pengaruhnya bagi diri sendiri serta orang lain. Kalau bicara soal bekerja, saya ingat kalimat Buya Hamka yang begitu menohok ini : "Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja." Selepas membuka mata, lalu bangun dari tempat tidur, mungkin yang kita kerjakan pertama kali adalah melipat selimut dan...