Stockholm
Ruang laboratorium yang dingin. Dengungan suara mesin pendingin yang memancarkan hawa hangat dari bagian belakangnya. Kabel-kabel yang menjuntai di bawah meja. Tumpukan kertas-kertas dengan grafik-grafik yang rumit. Kutarik kursi, duduk menghadap meja kerjamu yang kosong. Percakapan terakhir kembali terngiang. "Sekarang apa lagi? tanyaku gusar. Kamu sudah berhasil menemukan teknologi untuk menyimpan gambar berformat GIF dalam DNA dari sel hidup yang bisa menjadi perekam data molekuler dan dapat singgah di sel hidup." Itu membutuhkan lima tahun, dan aku memberikan dukungan penuh untukmu. Aku sudah kehabisan cara untuk meyakinkan GEO agar memperpanjang risetmu. Mereka gusar karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan." "Mereka tidak mendanai risetku untuk ilmu pengetahuan. Aku tahu itu. Tapi aku tidak akan mengubah titik berdiriku. Sampai mati pun." balasmu dengan mimik wajah yang keras. "Kamu itu batu," sergahku. Aku lelah jadi udara yang selalu ...