Sepatu Usang Milik Orang Dan Schadenfreude
Sepatu Usang Milik Orang Dan Schadenfreude * Aku melihatnya duduk di sebuah kafe bersama bayi mungil di dalam dekapannya. Uap panas dari cangkir minuman di mejanya tampak kontras dengan udara New York yang beku. Bayi mungil itu terlihat tenang menyusu pada ibunya, sementara sosok Sang Ibu tampak bahagia, tidak ada sedikit pun tanda-tanda kelelahan tergores di kulit wajahnya yang mulus. Bagaimana bisa ia bepergian secepat itu setelah melahirkan anaknya. Apakah ia tidak merasa lelah? Sungguh beruntung bayi kecil itu sudah ikut bepergian dengan ibunya melintasi banyak benua. Kulihat semua itu bersama sebuah pikiran yang melintas : Andai aku yang duduk di kafe itu, pasti aku akan bahagia. Tidak seperti sekarang. Di lain waktu, aku melihat pemandangan yang lain. Sosok cantik tinggi semampai sedang berdiri menghadap padang rumput hijau. Keindahan alam yang menakjubkan terhampar di depannya. Punggungnya ditutupi kain tenun Sumba berwarna merah dan ungu. Entah bagaimana, hampir setiap minggu ...